Zumi Zola Nangis Minta Duitnya Dibalikin

Tersangka kasus suap dan gratifikasi, Zumi Zola membacakan sebuah pembelaan atau surat permohonan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, hari ini.

Tersangka kasus suap dan gratifikasi, Zumi Zola membacakan sebuah pembelaan atau surat permohonan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, hari ini.

Gubernur tidak aktif di Jambi dan meminta padahakim bahwa aset yang disimpan di brankas disita oleh KPK dikembalikan.

“Kepada Majelis Hakim, Yang Mulia, saya sangat memohon agar uang simpanan saya dapat dikecualikan dari penyitaan untuk kebutuhan saya dan keluarga ketika menjalani hukuman,”

kata Zumi Zola di ruang sidang utama di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. pada Kamis (22/11/2018)

Zumi Zola beralasan, istrinya adalah seorang ibu rumah tangga dan masih memiliki anak-anak berusia di bawah lima tahun.

“Dan dengan kondisi saya, saya harus mendapatkan perawatan rutin karena diabetes yang saya derita sejauh ini,” lanjutnya, menangis.

Zumi Zola mengatakan, dia tidak menyimpan banyak aset saat menjabat sebagai kepala daerah baik sebagai Bupati Tanjung Jabung Timur dan Gubernur Jambi.

Penghasilannya sebagai seniman dalam bentuk apartemen dijual pada tahun 2014 untuk memenuhi kebutuhannya sebagai bupati saat itu.

Ia menjabat sebagai bupati selama empat tahun sejak 2011.

Tahun 2015 ia mengundurkan diri karena ia maju sebagai calon gubernur. Hanya dua tahun di kantor, Zumi Zola ditangkap oleh KPK.

Ia juga mengklaim hidupnya lebih terpenuhi ketika ia menjadi seorang seniman. Itu sebabnya dia memiliki setoran uang dan beberapa barang.

“Bahkan sejauh ini, saya hanya memiliki kendaraan dalam bentuk mobil yang tidak dianggap mewah karena sudah tua, Fortuner pada 2011,” katanya.

“Saya telah menjual penghasilan saya sebagai seniman dan menggunakannya untuk membantu keluarga saya. Dan beberapa dari itu menjadi tabungan saya yang saya masukkan ke dalam brankas yang kemudian disita oleh penyidik ​​KPK,”

lanjut Zumi Zola.

Selain berpenghasilan sebagai seniman, uang di brankas juga dikatakan berasal dari ayahnya, Zulkifli Nurdin.

Zulkifli memberi Zumi Zola uang setelah mengundurkan diri sebagai bupati pada tahun 2015.

Uang yang diberikan oleh ayahnya dapat dibuktikan karena dia telah terikat untuk waktu yang lama. Sementara untuk mata uang asing masih menggunakan seri dan tipe lama.

Uang Pound Sterling di brankas juga berasal dari sisa uang yang dia pelajari di Inggris yang tidak ada hubungannya dengan kasus yang menjeratnya.

Zumi Zola juga meminta agar pengabaian kriminal diberikan. Dia beralasan bahwa kondisi ekonominya semakin memburuk.

Ketika persidangan akan ditutup, dia kembali meminta panel hakim bahwa permintaannya mengenai kembalikan lemari besi sudah terpenuhi.

“Terhadap uang yang disita dan rekening bank yang tidak ada hubungannya dengan kasus ini, itu dapat dikembalikan dan dibuka kembali karena itu adalah sumber pembiayaan keluarga,” simpul Zumi Zola.

Zumi Zola dituduh menerima gratifikasi sebesar Rp. 40 miliar, USD 177,300, dan SGD 100 ribu. Penerimagratifikasi sejak Zumi jadi Gubernur Jambi tahun 2016.

Setelah menerima gratifikasi, Zumi dituduh melanggar Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 Pertama KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Sedangkan untuk dakwaan pemberian suap, Zola dituduh melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 1 KUHP Jo Pasal 65 ayat 1 dari KUHP.

Source: Merdeka com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.