Untuk Menjadi Awet Muda, Hentikan 8 Kebiasaan Ini

Untuk Menjadi Awet Muda, Hentikan 8 Kebiasaan Ini.Proses penuaan adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Tapi, penuaan sebelum waktunya bisa terjadi pada kita karena kebiasaan buruk yang tidak kita sadari. Ada banyak kebiasaan sehari-hari yang membuat kita menua sebelum waktunya.

Hal semacam ini sering berdampak berat pada fisik, membuat kita terlihat lebih tua dari usia aslinya. Berdasarkan laporan American Society for Aesthetic Plastic Surgery, wajah penuaan adalah hal yang paling ditakuti bagi banyak orang, termasuk pria. Karena itu, banyak orang menghindarinya dengan menggunakan kosmetik, krim, atau suntik botox.

Pada tahun 2016 lebih dari tujuh juta pria mengambil suntikan botunlinum toksi, yang merupakan bahan untuk Botox. Tetapi sebenarnya tanpa melakukan hal-hal ekstrim seperti itu, kita dapat mencegah penuaan dini ini. Untuk itu kita harus menghentikan semua rutinitas yang dapat mempercepat datangnya penuaan. Dilansir dari Men’Health, berikut 8 rutinitas yang membuatnya tampak tua.

1. Jangan gunakan tabir surya
Dermatolog bernama Joshua Zeichner mengatakan, hal utama untuk menjaga kulit tetap muda dan sehat adalah dengan menggunakan tabir surya. “Paparan sinar UV menyebabkan radikal bebas yang merusak kolagen, elastin, dan sel-sel kulit. Ini menyebabkan penuaan dini pada kulit, menyebabkan keriput, bintik hitam, dan perkembangan kanker kulit,” katanya. Paparan sinar matahari, kata Zeichner, juga menyebabkan munculnya tanda-tanda penuaan dini, seperti keriput, bintik-bintik hitam dan perkembangan kanker kulit. “Bahkan, sedikit paparan sinar matahari setiap hari akan meningkat seumur hidup,” tambahnya. . Selain itu, kolagen dan elastin adalah protein dalam tubuh yang menjaga kulit tetap kuat dan lentur. Penelitian dari Australia yang meneliti 900 orang selama empat tahun ditemukan, mereka yang menggunakan jilbab dengan benar, 24 persen lebih rendah mengalami penuaan dini dibandingkan mereka yang tidak menggunakannya. Penelitian dermatologi menemukan bahwa menggunakan 30 minggu SPF selama 12 jam sudah cukup untuk memperbaiki tanda-tanda kerusakan kulit karena sinar UV, seperti memperbaiki tekstur dan pigmentasi yang tidak merata.

2. Kurang tidur
Zeichner mengatakan bahwa tidur yang cukup bisa membuat kita awet muda. Menurutnya, sel-sel kulit kita berfungsi sesuai dengan ritme sirkadian. Ini seperti siklus tidur dan bangun yang membuat kita lelah di malam hari dan membangunkan kita di pagi hari. “Pada malam hari, sel-sel ini bekerja untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada siang hari, seperti radiasi matahari atau polusi,” kata Zeichner. Menurutnya, melewatkan tidur malam akan menghentikan seluruh proses ini, dan membuat kulit tidak dapat mempersiapkan untuk hari berikutnya. Kulit menjadi stres dan tidak dapat menyelesaikan proses perbaikan. Pada akhirnya, itu menyebabkan sel menjadi kurang sehat dan mengalami penuaan dini. Dia menasehati kita untuk tidur delapan jam semalam. Selain itu, jangan lupa gunakan pelembab untuk seluruh tubuh agar kulit tidak mengalami dehidrasi saat tidur. “Kulit kering dan meradang tidak berfungsi dengan baik dan membatasi kemampuannya untuk menyembuhkan dirinya sendiri dalam semalam,” kata Zeichner.

3. Kurangnya makan buah-buahan
Makan buah sangat baik untuk kesehatan kulit. Namun, banyak orang mengabaikan ini. Misalnya di Amerika Serikat, Departemen Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit melaporkan hampir 90 persen orang Amerika tidak mengkonsumsi dua hingga tiga cangkir sayuran yang direkomendasikan setiap hari. Bahkan, 76 persen tidak cukup mengkonsumsi buah. Para ahli merekomendasikan bahwa orang dewasa makan setidaknya satu setengah hingga dua cangkir buah per hari. Menurut American Academy of Dermatology, beberapa penelitian menunjukkan makan diet seimbang yang sarat dengan buah dan sayuran dapat membantu mencegah kerusakan yang menyebabkan kulit menua terlalu cepat. Laporan dari Dermatologi ISRN mengatakan penelitian menunjukkan vitamin E secara khusus dapat melindungi kulit dari kerusakan UV, bahkan masalah pigmentasi dan mengurangi peradangan. Menurut penelitian yang diterbitkan dalam Journal of American Academy of Dermatology, vitamin A, C dan B3 juga baik untuk kulit karena mereka dapat membantu mencegah kerusakan kolagen, menghasilkan dan mempertahankan elastisitas, dan mengurangi hiperpigmentasi. Sayuran hijau gelap seperti bayam, ubi jalar, jeruk, paprika merah, stroberi, asparagus, dan jamur juga sangat baik untuk mencegah penuaan dini.

4. Hindari  terlalu banyak makan yang manis
Makanan yang mengandung gula, seperti roti putih, es krim, dan keripik kentang, dapat menyebabkan berbagai masalah kulit. Menurut Dr. Zeichner, kadar gula yang tinggi dapat memicu peradangan dan jerawat. “Bekas jerawat juga menyebabkan jaringan parut permanen, baik dalam bentuk benjolan yang tertekan atau terangkat pada kulit akibat kolagen yang rusak,” kata Zeichner. Ketika jerawat menghilang, dapat menyebabkan tanda-tanda coklat dan merah seperti bintik-bintik matahari yang membuat kita terlihat lebih tua. Meski bisa memudar dari waktu ke waktu, itu tidak menjamin bahwa jerawat akan hilang selamanya. “Mengkonsumsi terlalu banyak gula juga menyebabkan glikasi, sebuah proses di mana molekul gula menempel pada kolagen atau blok bangunan utama pada kulit,” Dr. Zeichner. Ini membuat kolagen mengeras dan kurang lentur yang menyebabkan kerutan dini. Selain itu, American Dental Association mengatakan minuman berwarna manis seperti soda dan kopi manis juga bisa merusak dan menodai gigi yang membuat kita terlihat lebih tua.

5. Merokok
Selain mempengaruhi paru-paru, rokok juga bisa mempengaruhi kulit. Merokok membuat kita terlihat tua. Dalam sebuah penelitian yang meneliti fitur wajah dari 79 pasangan kembar, salah satunya saat ini merokok atau merokok lima tahun lebih lama dari saudara kembarnya. Penelitian menemukan bahwa mereka yang merokok memiliki kantung mata yang lebih besar, dan lebih banyak keriput di bibir dan rahang. Selain itu, bagian lain dari tubuh, seperti lengan bagian dalam juga mulai mengalami kerutan. Menurut Zeichner, ini karena merokok mengurangi pengiriman oksigen dan nutrisi ke kulit, menyebabkan penyempitan pembuluh darah dan memotong sirkulasi. Apalagi tembakau dipenuhi dengan bahan kimia yang dapat membahayakan kolagen dan elastin.

Menurut Mayo Clinic, ini dapat menyebabkan kita terlihat lebih tua dari usia aslia. Selain itu, merokok juga menyebabkan penyakit priodontal yang merupakan reaksi gusi dan noda pada gigi. Bahkan, itu menyebabkan gigi jadi tanggal. American Cancer Society juga melaporkan bahwa merokok dapat membahayakan hampir semua sistem organ dan organ tubuh, yang dapat menyebabkan kanker.

6. Meminum alkohol
Penelitian menunjukkan alkohol dapat mengurangi tingkat antioksidan di kulit. Menurut Zeichner, ini dapat menyebabkan peradangan dan kerusakan radikal bebas pada sel-sel kulit, yang meningkatkan keriput. Akademi Dermatologi Amerika juga melaporkan bahwa alkohol juga mendehidrasi kulit, yang dapat membuat wajah tampak kering dan kasar. Minuman keras juga bisa membuat kita terlihat tua. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, minum terlalu banyak meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti penyakit jantung dan hati, depresi, dan jenis kanker tertentu.

7. Kurang minum air putih
Dehidrasi benar-benar mempengaruhi tubuh kita, seperti menyebabkan kram otot, pusing, dan bahkan menambah nafsu makan. Menurut seorang ahli kesehatan bernama Dr. Richard Besser, kekurangan air minum juga bisa membuat kulit terlihat lebih tua. “Jika kita mengalami dehidrasi, tubuh akan mengambil air dari kulit, untuk mempertahankan konsentrasi dalam darah,” Besser menjelaskan. Ketika itu terjadi, kata Besser, itu membuat kulit menjadi elastis dan terlihat lebih tua. Kebutuhan air bervariasi tergantung pada berat dan tingkat aktivitas. Umumnya, kita harus minum air dengan target sesuai berat badan sebagai titik awal. Untuk pria dengan berat 90 kilogram, misalnya, itu setara dengan sekitar 12,5 cangkir air.

8. Stres yang berlebihan
Menurut penelitian pada tahun 2004, stres jangka panjang memperpendek bagian dari kromosom kita yang disebut telomere. Struktur ini secara alami lebih pendek seiring dengan bertambahnya usia.

Stres jangka panjang membuat kromosom lebih pendek dan menyebabkan tubuh menua lebih cepat. Pakar kesehatan bernama Dr. Warren Willey merekomendasikan untuk menangani situasi yang penuh tekanan dengan bermeditasi selama 10 menit sehari. “Sadarilah kita tidak bisa mengendalikan sebagian besar hal dalam hidup, jadi luangkan waktu dan bernapas,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.