Kepolisian Daerah Menentukan Empat Tersangka Korupsi untuk Pengadaan Alat Kesehatan di Rumah Sakit Pameungpeuk Garut

Tersangka Korupsi untuk Pengadaan Alat Kesehatan di Rumah Sakit Pameungpeuk Garut.

Mantan Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut Dr. AR ditangkap oleh Polda Jawa Barat Kamis 11/10/18.

Penangkapan aparat sipil negara (ASN), yang sekarang menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang,

terkait dengan dugaan korupsi dalam pengadaan peralatan medis dan non-medis di Rumah Sakit Pameungpeuk yang sumber pendanaannya berasal dari Kementerian hibah Kesehatan di 2013.

Selain menangkap AS, polisi juga menetapkan Kadinkes Kabupaten Garut pada 2013 dari IF dan dua orang dari pemenang tender pihak ketiga yaitu He dan Ni.

Direskrimsus dari Kepolisian Daerah Jawa Barat, Sr. Comr. Samudi membenarkan penangkapan dan penahanan mantan pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Garut

dalam kasus korupsi untuk pengadaan pasokan medis di Rumah Sakit Pameungpeuk pada tahun 2013.

“Ya, langsung dari kasus itu (pengadaan alat medis).

Ada empat orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah tahan,” jelasnya saat Garut Jumat siang 12/10/18.

Menurut dia, pengungkapan dugaan korupsi dimulai dengan keluhan publik pada tahun 2014. Berdasarkan laporan tersebut, pihaknya kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkapkannya.

Dari hasil kesaksian tersangka, kata dia, dalam pengadaan alat kesehatan medis dan non medis untuk Rumah Sakit Umum Daerah Pameungpeuk, sistem pelelangan diatur oleh para pelaku. Perkiraan nilai harga perkiraan (HPS) juga ditandai.

“Dari hasil pemeriksaan BPK, kerugian negara diperkirakan sekitar Rp4 miliar,” jelasnya.

Saat ini, ia menjelaskan, para tersangka telah ditangkap, kecuali mantan kepala pelayanannya, karena sakit.

“Bagi yang lain, mereka telah ditahan, termasuk pihak ketiga.” Kedua orang (pihak ketiga) telah ditahan di pusat-pusat penahanan Sukamiskin dan Banceuy dalam kasus lain, “jelasnya.

 

Source : Radar 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.