2 Hari Terkena Bencana, Tempat Pemakaman Keluarga Terbakar di Ciamis

Sejak dua hari terakhir telah terjadi beberapa bencana di lokasi yang berbeda. Di Kecamatan Banjarsari, dua hektar lahan perkebunan terbakar.

Ayam jantan merah juga menyebar ke delapan makam keluarga di sekitarnya. Sedangkan di Kecamatan Sindangkasih dan Cisaga dua rumah ambruk.

Api di Banjarsari tepatnya terjadi di Dusun Wanasari RT 09 RW 04 Desa Ciherang pada Kamis (11/10) sekitar pukul 18.00.

Kebakaran baru bisa dipadamkan pukul 10 malam oleh masyarakat.

Namun, pada Jumat (12/10) sekitar pukul 04.00 pagi, api kembali ke perkebunan.

Untungnya, orang-orang dapat dengan cepat memadamkan jago merah, sehingga mereka tidak menyebar ke permukiman yang berjarak sekitar 100 meter.

Menurut anggota Tagana, Kabupaten Banjarsari, Uus Kusmana 19 tahun, api diduga Bencana berasal dari pembakaran sampah oleh warga. Pada saat yang sama ada angin kencang. Agar api menyebar.

Untungnya ayam merah baru melahap alang-alang. Belum ke pohon bambu. “Kami, bersama masyarakat, selalu waspada mengingat kawasan itu rawan kebakaran lahan. Banyak lahan kering,” urai Uus.

Selain Banjarsari, kebakaran lahan juga terjadi di Kabupaten Panumbangan.

Humas Kepolisian Paur Ciamis Hj Iis Yeni Idaningsih mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesadaran.

Ketika menyalakan api di hutan atau kebun, itu harus dipadamkan sebelum ditinggalkan.

Sebab, jika jika api dibiarkan menyebar ke mana-mana. Terutama di musim kemarau.

“Ini masih musim kemarau. Masyarakat harus bersama-sama melindungi hutan,” katanya.

Rumah-rumah yang roboh di Kecamatan Sindangkasih milik Ruminah 60 tahun dari Tugu RT 36 RW 13 Desa Sukasenang. Rumah semi permanen ini runtuh pada Kamis (11/10) sekitar pukul 07:00.

Alasannya, selain dihanyutkan oleh angin kencang, juga karena kondisi rumah tempat para pedagang makanan goreng hidup adalah reyot. Masukkan kategori layak huni.

“Untunglah orang-orang yang selamat dari rumah roboh.

Karena ketika korban ambruk sedang membaca,” kata Kepala Tim Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Ciamis (Tagana) Ade Waluya.

Sementara rumah yang runtuh di Distrik Cisaga milik Tarmedi (45) di Desa Jetak RT 03/08, Desa Cisontrol.

Itu terjadi pada Rabu (10/10) sekitar pukul 17.00.

Penyebab rumah semi permanen ini runtuh akibat pelapukan.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa memilukan ini.

Kantor Urusan Sosial (Dinsos) telah memberikan bantuan kepada Ruminah dan Tarmedi.

“Kami menyerukan kepada masyarakat, jika memang rumah mereka tidak cocok untuk tempat tinggal sehingga mereka tidak menempati mereka.

Karena itu cukup rentan untuk ditinggali,” tambahnya.