Pusat Anti-Aging Dunia Bakal Ada Di Indonesia

Badan Akreditasi Anti-Aging Dunia WOCPM Asosiasi Dokter Indonesia menandatangani nota kesepahaman MOU mengenai perawatan Anti Aging di Vinski Tower, Ciputat, Jumat (9/11/18).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua IDI, Dr. Daeng M Faqih, SH, MH dan presiden WOPCM Prof Dr Deby Vinski, MScAA, PhD bertepatan dengan 20 tahun Prof. Dr. Deby Vinski , MScAA, PhD.

Prof. Deby mengatakan bahwa MoU ini bertujuan untuk menjadikan Indonesia sebagai tur medis anti-Aging internasional sehingga orang Indonesia tidak perlu lagi pergi ke luar negeri untuk perawatan medis.

Prof Deby, yang telah dinobatkan sebagai Ratu Anti-Aging, dikenal sebagai dokter pertama dalam Anti-Aging Medicine Speacialization untuk menilai potensi perawatan ini menjadi sangat besar.

“Ada potensi Rp 110 triliun dari perawatan anti-Aging, yang sejauh ini sudah habis,” kata Prof. Deby.

Ia menilai MoU menandai terbukanya akses penelitian terkait obat anti Aging untuk kemajuan bisnis ini di negara tersebut. Menurutnya, selama ini Indonesia telah mengalami kesulitan dalam mengimpor alat untuk pengobatan anti Aging.

Ibu dari Dr Natasha Vinski menilai kesulitan peraturan tentang alat yang membuat potensi Indonesia menghilang. Pasalnya, perangkat medis yang dibutuhkan sebenarnya bisa masuk negara tetangga, Singapura.

“Akhirnya orang Indonesia melarikan diri ke Singapura,” katanya.

Dr. Daeng M Faqih, SH, MH menambahkan bahwa Presiden Joko Widodo atau Jokowi sendiri telah mendorong industri kesehatan untuk mengejar revolusi industri 4.0.

Salah satunya adalah melalui transfer teknologi dan inovasi. Ini dapat dilakukan melalui penelitian yang akan meningkatkan layanan kesehatan di negara tersebut.

Prof. Deby telah menulis dua buku Best Seller, buku Perfect Beauty Anti Aging dan THE POWER OF A MAN yang membahas kesehatan pria dan Vitalitas Pria, dan versi bahasa Inggris akan dirilis tahun depan.

Tahun ini juga, Prof. Deby akan menerbitkan buku teks Preventive, Regenerative dan Anti-aging Medicine yang akan digunakan oleh para master anti Aging di seluruh dunia.

“Ini jelas merupakan persembahan khusus dalam dedikasi saya selama 20 tahun terakhir dan saya berharap bahwa saya dapat lebih berguna dengan pengetahuan yang saya miliki, terutama untuk pasien, komunitas dunia, bangsa dan negara,” kata Prof. Deby.

Prof. Deby sendiri adalah dokter Indonesia pertama yang lulus dengan judul “Magna-Cum-Laude” dalam Kedokteran Anti-Aging Speacialization di Paris, kemudian memenangkan gelar Master dalam bidang Pengobatan Pencegahan & Anti-Aging di Dresden International University, Jerman.

Tidak sampai itu, Deby juga melanjutkan Program Doktornya di Stem cell dan Peptide dari Saint Petersburg, Bioregulator & Gerontology Institute, Saint Petersburg Russia.

Penelitiannya tentang sel peptida dan peptida untuk memperluas telomere dan pengaruh sequin gen di Rusia dipandu langsung oleh penemu peptida bioregulator, Prof. Vladimir Khavinson, MD, PhD.

Pada Juni 2018 Deby dianugerahi gelar Profesor Kedokteran Anti-Aging di EFHRE International University, Barcelona, ​​Spanyol. Itu juga membuatnya menjadi profesor pertama di dunia dalam bidang pengobatan anti Aging.

 

Source : Radar