Kisah Seorang Penunggu Tanjakan Alinayin Ciamis

Kisah Seorang Penunggu Tanjakan Alinayin Ciamis Seorang kakek bernama masro 86 tahun di ciamis penunggu tanjakan Alinayin yang berada di Jalan Raya Ciamis – Kawali Kilometer 08, Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg.

Ia mengabdikan diri untuk menjaga keselamatan para pengguna lalulintas,

ia menjadi pengatur lalulintas di daerah tanjakan tersebut.

Ia menekuni profesi tersebut selama 4 tahun lebih,

menurutnya menjadi pengatur lalu lintas adalah sebuah pekerjaan mulia.

“Banyak sekali terjadi kecelakaan truk bermuatan berat dari arah Ciamis menuju Cirebon yang tidak kuat menanjak. ”

katanya  Senin, 20/08/2018.

Pria yang berasal dari Majenang, cilacap kabupaten itu

menjalankan tugasnya dengan sabar baik itu sedang dalam cuaca panas maupun hujan.

Kegiatanya itu dilakukan mulai jam 07.00 terkadang ia sendiri dan terkadang anaknya pun ikut membantu pak masro ini.

Ia berjalan kaki dari rumahnya yang berada di Pasir Panjang RT 01 RW 05, Desa Jelat, Kecamatan Baregbeg,

Pak Masro yang memiliki 5 anak  ini  melakukan aktivitas sehari – harinya di tanjakan alinayin tanpa mengeluh.

“Sampe jam 11.00 terkadang jika sedang tidak ada kegiatan,

Biasanya saya istirahat sejam untuk makan dan digantikan dulu oleh anak saya ,” tutur Masro.

Iapun Sering memakai atribut lengkap kepolisian karena diberi hadiah dari apresiasinya untuk tanggung jawab yang diamanatkan oleh polres melalui polsek setempat.

Ia menjadi sukarelawan yang tidak berpenghasilan tetap, ia menggambarkan bahwa hal tersebut adalah bentuk kepeduliannya dari hati untuk keselamatan para pengguna jalan di wilayah Tanjakan Alinayin.

“Gaji bulanan serta tahunan sih tidak ada , akan tetapi jikalau ada mobil polisi lewat ke tanjakan alinayin,

mereka sering berhenti dan memberi kepada saya.” ungkap Pak Masro.

Meskipun demikian , Pak Masro pria kelahiran tahun 1950 itu bersukur terhadap apa yang dia telah lakukan meskipun dari aktivitasnya di tanjakan alinayin dia hanya mengandalkan pemberian dari pengendara yang lewat secara sukarela.