Penembakan Gedung DPR Dilakukan Sniper Profesional, Bukan Peluru Nyasar !

Penembakan Gedung Parlemen Indonesia tidak empat seperti yang diketahui sebelumnya. Tapi ada empat lubang peluru yang ditemukan.

Akhirnya, lubang peluru juga ditemukan di ruang kerja anggota DPR dari Fraksi Demokrat, Khatibul Imam Wiranu, di lantai 9 Gedung Nusantara I.

Anggota Parlemen Indonesia dari Fraksi Gerindra Wenny Warouw yang sebelumnya mengalami hal yang sama tidak tinggal diam.

Penembakan Gedung DPR Dilakukan

Anak buah Prabowo Subianto mengaku langsung melakukan penyelidikan sendiri secara diam-diam.

Wenny, perwira polisi pensiunan terakhir di pangkat tertinggi, Brigadir Jenderal, tidak mempercayai hasil penyelidikan polisi, penyebut dari penembakan itu adalah peluru nyasar.

Sebaliknya, ia mengakui bahwa penembakan itu dilakukan oleh penembak jitu profesional. Oleh karena itu, Wenny diam-diam telah meninjau rentang tembak Perbakin di daerah Senayan.

Ini sengaja dilakukan untuk membuktikan teori yang dia yakini sendiri. Itu, penembakan itu tidak berasal dari jajaran tembak Perbakin.

Wenny mengatakan kepada media di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

“Saya sengaja tidak membawa Anda (wartawan), nanti akan ramai,” kata Wenny Warouw.

Wenny juga meletakkan selembar kertas merah di jendela kantornya yang tertembus peluru.

Akibatnya, dari jajaran tembak Perbakin, kertas merah benar-benar tidak terlihat dari jajaran tembak Perbakin.

“Dari rentang tembak, reaksi tidak muncul sama sekali,” jelasnya.

Satu sisi yang sejajar dengan Gedung DPR Nusantara I, lanjutnya, dilindungi oleh tanggul setinggi 2 meter.

Itu juga masih ditambah dengan seng baja setinggi 5 meter dan pohon tinggi.

“Kenapa peluru bisa menembus?” Dia bertanya-tanya.

Dari hasil reviewnya, disimpulkan bahwa peluru itu bukan dari Perbakin Shoot Field.

“Tidak mungkin di sana (selama tembakan),” katanya.

Karena itu, dia meminta polisi untuk melakukan balistik dan rekonstruksi peristiwa, langsung di Lapangan Menembak. Bukan di dalam ruangan.

“Saya minta pengujian balistik di lapangan, bukan di ruangan, rekonstruksi orang itu,” tutupnya.

Untuk diketahui, hari ini ditemukan total lima lubang yang sebelumnya ditembak oleh Dewan Perwakilan Rakyat Indonesia.

Pertama, di ruang kerja anggota Fraksi Gerindra Wenny Warouw dan Bambang dari Fraksi Golkar, Heri Purnama pada Senin (15/10/2018) kemarin.

Kemudian pada Rabu (17/10/2018) sore, dua lubang peluru ditemukan.

Yaitu, di kantor seorang anggota Parlemen Indonesia yang ditembak di lantai 10, tepatnya kamar 1008.

Ruangan ini dihuni oleh Anggota Partai Demokrat dari DPR, Vivi Sumantri Jayabaya.

Sementara ruangan lain yang juga menjadi sasaran syuting adalah ruang tahun 2003.

Ruangan ini ditempati oleh anggota Fraksi PAN, Totok Daryanto.

Akhirnya, ada juga lubang peluru di ruangan seorang anggota Parlemen Indonesia dari Fraksi Demokrat, Khatibul Imam Wiranu, di lantai 9 Gedung Nusantara I.

Source : Radar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.