Peluru Nyasar Di Gedung DPR ! PKS Menolak Percaya !

Peluru Nyasar Di Gedung DPR  – Terkait dengan dugaan dari peluru yang nyasar ke beberapa ruangan di gedung DPR Indonesia dalam beberapa hari terakhir, mendapat tanggapan dari berbagai pihak.

Kali ini, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al Habsyi tidak yakin peluru-peluru nyasar itu ditembakkan dari lapangan tembak Perbakin di daerah Senayan.

Selain itu, polisi mengatakan peluru itu dimuntahkan dari senjata laras pendek yang digunakan untuk pelatihan.

Hal ini disampaikan oleh Aboe Bakar Al Habsyi kepada RMOL Political News Office (kelompok pojoksatu.id), Rabu (17/10/2018).

Peluru Nyasar Di Gedung DPR ! PKS Menolak Percaya !

“Saya sendiri tidak yakin bahwa senjata laras pendek jenis Glock 17 dapat meluncurkan peluru sejauh itu. Selain itu, dapat mencapai lantai 9, 10, 13, 16 dan 20,” katanya.

Pria yang akrab disapa Habib Aboe Bakar menambahkan, membutuhkan pengujian dan penelitian yang komprehensif sehingga kesimpulan polisi benar. Salah satunya adalah dengan pengujian balistik.

“Ini untuk memastikan bahwa itu tidak menimbulkan spekulasi,” kata seorang anggota Komisi III DPR.

Aboe Bakar mengakui bahwa dia tidak tahu kapabilitas senjata Glock 17 yang digunakan oleh kedua pelaku yang telah ditangkap oleh Polisi Metropolitan Jakarta.

Namun dalam perhitungannya, senjata itu tidak cocok untuk digunakan di lapangan tembak Senayan karena jarak tembaknya jauh.

Dia sendiri memperkirakan jarak tembak ke pelataran parkir DPR sekitar 500 meter, belum lagi mencapai lantai 20.

“Benarkah senjata jenis ini memiliki jangkauan hingga setengah kilo?”

Sebelumnya, anggota Fraksi Demokrat Didi Irawadi Syamsuddin juga menyatakan hal yang sama. Didi tidak percaya bahwa penembakan itu dihasilkan dari peluru nyasar.

Terlebih lagi, itu diakibatkan oleh tembakan yang dilakukan di arena tembak Perbakin di daerah Senayan.

Hal ini disampaikan Didi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/10/2018).

“Apakah masuk akal untuk mengatakan itu adalah sampah sembelihan?”

“Mungkinkah peluru yang menargetkan sejauh 400 meter lebih dari lokasi penembakan. Apakah aneh juga di gedung tinggi? Menyelinap lima kamar,” katanya.

Sebaliknya, Susilo Bamabang Yudhoyono (SBY) bawahan menduga bahwa penembakan itu dilakukan dengan sangat disengaja dan penuh kesadaran.

Karena, bahkan jika itu tersesat karena orang berlatih menembak, setidaknya beberapa meter menyimpang.

“10 meter menyimpang dari titik penembakan sudah jauh, apalagi 400 meter. Sekali lagi, itu akan menyimpang 400 meter ke banyak tempat atau ruangan?” Dia bertanya-tanya.

Namun, Didi tidak tahu persis apa motif pelaku melakukan penembakan penuh dan disengaja.

“Saya tidak masuk akal. Yang sangat mungkin adalah penembakan dengan kesadaran penuh dan niat.” Entah itu karena iseng atau ada motif tertentu, “katanya.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak aparatus kopolisian untuk dapat menyelidiki dan menyeret pelaku ke pengadilan.

“Saya benar-benar menolak teori peluru nyasar. Saya meminta polisi untuk menyelidiki secara menyeluruh. Itu bisa menjadi orang yang menyenangkan, atau menembak dengan motif tertentu,”

“Keduanya tetap barbar, karena hidup adalah pertaruhan,” tutupnya.

Source : Radar