TASIKMALAYA Membutuhkan Tim Pemberantasan LGBT

Tasikmalaya Membutuhkan Tim Pemberantasan LGBT – Menanggapi fenomena (LGBT) dalam grup Facebook yang bernama Gay Singaparna dan Gay Ciawi Panumbangan,

tim khusus (timsus) diperlukan yang melibatkan semua elemen.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Generasi Muda (GM) FKPPI Kabupaten Tasikmalaya, Dr H Iwan Saputra SE.

Iwan menjelaskan bahwa keberanian orang LGBT untuk menunjukkan identitas mereka melalui media sosial adalah peringatan bagi pemerintah daerah untuk bertindak ekstra.

Jadi fenomena ini tidak menjadi gerakan yang akan membahayakan generasi muda.

“Ya, sekarang perlu ada tim khusus dengan tindakan luar biasa dari pemerintah dan semua elemen.

Kemudian dari organisasi, ulama, keluarga dan elemen lain yang terlibat dalam memecahkan masalah ini.

Karena fenomena ini harus ditentang oleh gerakan masyarakat, “Katanya.

Gerakan yang bisa dilakukan, katanya, seperti tidak memberi ruang pada hal-hal yang berperilaku tidak normal.

Jadi tidak ada ruangan yang bisa dimanfaatkan oleh orang untuk menunjukkan identitas mereka.

“Maka yang paling penting adalah pembentukan karakter generasi muda.

Jadi mereka tidak jatuh ke dalam hal-hal negatif.

Dalam hal ini peran keluarga sangat penting untuk membentuk karakter anak-anak mereka,” jelasnya.

Secara terpisah, Ketua Pemuda Tasikmalaya Panca Marga (PPM) H Budi Mahmud Saputra mengaku telah sepakat untuk membentuk tim khusus dalam menyelesaikan fenomena LGBT.

Sehingga semua elemen terkait dapat dilibatkan, karena masalah semacam ini adalah tanggung jawab bersama.

Dengan hadirnya tim khusus akan lebih fokus pada pemecahan masalah ini. “Semua elemen harus terlibat dalam menyelesaikan fenomena ini,” katanya.

Menanggapi fenomena ini, dia mengatakan pemerintah daerah harus mampu menyalurkan potensi anak muda ke hal-hal positif.

Jadi mereka tidak jatuh ke dalam hal-hal yang menyimpang. “Saya pikir ini hanya dampaknya.

Sementara kita harus mencari penyebabnya dan menyelesaikannya,” jelasnya.

Perwakilan dari keluarga besar pesantren KH Zainal Musthafa Sukamanah Ir Nanang Nurjamil MM mengatakan dia prihatin dengan munculnya fenomena LGBT di media sosial.

Bahkan konten yang dia angkat terlalu vulgar.

Menanggapi hal ini, pemerintah tidak boleh diam dan harus segera mengambil kebijakan tegas. “Menurut saya, selain memblokir akun media sosial, harus ada tim khusus yang melibatkan Dinas Kesehatan,

Dinas Sosial, Satpol PP, Dinas Pendidikan, Polisi, MUI, KPAID dan organisasi yang fokus pada isu LGBT,” jelasnya.

Selain itu, harus ada konsep menyiapkan program rehabilitasi untuk orang-orang yang masuk ke LGBT.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya Nana Sumarna SE meminta pemerintah daerah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan fenomena LGBT.

Karena jika Anda hanya mengandalkan satu layanan dan institusi lain itu tidak akan maksimal.

Ini berbeda dengan melibatkan semua elemen untuk menanganinya. “Saya setuju jika ada tim khusus yang menangani pencegahan dan penanganan LGBT,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.