Mahar Mahar Pernikahan Yang Penuh Makna


1039

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Kali ini mimin ingin memberikan inspirasi kepada kamu. Kamu yang sedang di rundung cinta yang dalam. Dan sudah sepantasnya lah, cinta itu di ungkapkan. Dengan mengungkapkan sebuah perasaan cinta, hati akan lebih tenang. Dan salah satu cara untuk melakukannya, adalah dengan melamar. Dalam proses melamar, tentu ada mahar yang harus di keluarkan.

Apa itu mahar ?, mahar adalah, semacam alat tukar yang diberikan kepada pihak orang tua perempuan, untuk “menebus” wanita pujaan. Dalam perjalanan hidup, telah banyak ,mas kawin yang unik dan sarat akan nilai budaya. Ada orang-orang yang memberikan mas kawinnya, berupa hafalan Qur’an. Salah satu surat yang paling favorit dijadikan mas kawin, adalah Surah Ar-Rahman. Ar-Rahman merupakan salah satu dari nama-nama Allah yang agung. Artinya, adalah Yang Maha Pemurah.

“Maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ?”. Surah ini memiliki makna yang begitu dalam tentang kehidupan berkasih sayang dan mensyukuri yang Allah berikan. Salah satu contoh pasangan yang menjadikan Surah Ar-Rahman sebagai mas kawin, adalah Roger Danuarta dan Cut Meyriska

Kembali pada pokom permasalahan. Mas kawin. Mas kawin, adalah sesuatu yang sakral. Tapi, beberapa orang menganggap mas kawin haruslah mahal. Tentu, ini adalah anggapan yang salah. Mas kawin, tidaklah harus mahal, tapi harus bermakna. Ada poin penting yang bisa kita petik dari mahal tersebut.

Salah satu poin penting tersebut adalah, bukti cinta. Meskipun bukan bukti cinta secara keseluruhan, tapi itu merupakan bentuk kecil yang mewakili perasaaan meski tidak secara total. Mungkin, mahar mahal bagi sebagian orang adalah hal lumrah. Itu tidaklah mengapa. Namun, perlu dicatat, mahar mahal tidak menandakan cinta yang dimiliki itu besar, dan mahar yang murah tidak menandakan cinta yang dimiliki itu kecil.

Mimin punya beberapa kisah tentang beberapa mahar yang unik dari sosok artis dan bahkan politisi, atau anak politisi. Kisah pertama dari wakil Presieden pertama RI, Muhammad Hatta dan istri tercintanya Rahmi.

Bung Hatta memberikan sebuah mahar yang mungkin kita tidak pernah bayangkan sebelumnya. Yang ia berikan adalah sebuah buku hasil karangannya sendiri. Buku itu berjudul Alam Pikiran Yunani. Menurut putri bungsu Bung Hatta, Halida.

Mahar tersebut dipilih karena menganggap apa yang beliau curahkan di dalam buku tersebut bernilai lebih tinggi dari harta apapun yang mampu beliau beli atau miliki. Seperti inilah bentuk cover buku Bung Hatta yang melegenda itu

Mahar unik yang penuh makna lainnya berasal dari pemeran Anna dalam film Ketika Cinta Bertasbih, Oki Setiana Dewi. Meskipun pada tahun 2016, muncul petisi negatif tentangnya, namun kisah percintaannya tidaklah negatif. Ia di pinang oleh pengusaha tampan bernama Vitrio. Ia di pinang pada tanggal 12 Januari 2014.

Mahar yang diberikan adalah 12 gram emas, uang tunai 10 dinar dan 1 juta rupiah. Angka 12 dan 1 dalam maskawin mewakili tanggal pernikahan mereka dalam Masehi.
Momen pernikahan juga dipilih pada tanggal 10 Rabiul Awal, Hijriah, dengan maksud mengikuti ajaran Nabi, yang juga menikah pada tanggal tersebut.

Kisah ketiga, datang dari mantan Raffi Ahmad, Laudya Cynthia Bella. Ia berhasil di lamar seorang laki-laki asal Malaysia, Engku Emran. Ia meminangnya dengan mahar 300 RM atau senilai dengan Rp.946.000 saja. Mengapa begitu murah ?. Ternyata ini adalah peraturan pemerintah Selangor, bahwa jumlah mas kawin cukup 300 RM saja. Tujuannya, untuk tidak memberatkan kaum laki-laki. Wah, kalau begini, mesti para jomblo pindah negara ya :D. Eheheh.

Kisah keempat, berhembus dari putri orang nomor satu di Tanah Air saat ini, Kahiyang Ayu. Ia menikah dengan seorang lelaki suku batak, Bobby Nasution.

Ia menikah dengan seperangkat alat sholat dan emas 80 gram. Dari penuturan Bobby, angka 8 dan 0 yang penulisannya selalu terhubung melambangkan harapan mereka untuk terus mencintai satu sama lain. Tanggal pernikahan keduanya pun jatuh pada tanggal 8 November 2017, yang melambangkan keabadian cinta kasih keduanya.

Ya, mas kawin tidaklah harus mahal, tapi harus bermakna. Mengapa harus ? karena itu akan memberikan kenangan indah bila datang pikiran bodoh untuk berpisah. Kita tidak harus memaksakan diri dengan mas kawin yang mahal.
Tapi yang harus kita paksakan adalah memberikan sesuatu yang bermakna. Memiliki nilai tersendiri yang tak bisa dilupakan. Tidak mengapa bila itu adalah sesuatu yang mainstream. Setiap barang pemberian memiliki makna yang berbeda-beda dari pemberinya.

Untuk kamu yang belum nikah, segerakannlah. Semoga jalan kehidupan ini menjadi lebih mudah.


Like it? Share with your friends!

1039

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *