Jebolan : Ungkap Bagaimana cara China mencuri data Dari US !

China mencuri data Dari US ! “Setelah kemarin heboh tentang isu penjebolan data oleh cina tentang pencurian data perusahaan – perusahaan di Amerika Serikat seperiti Amazon dan Apple .

Yang telah di temukan chip mencurigakan di dalam server Supermicro pada bulan mei 2015, ketika terdeteksi kejanggalan pada jaringan yang aneh dan firmware .

Dan blooberg lagi yang melaprkan China telah memasukan chip yang tidak baik kedalam peralatan komputer yang di produksi untuk sekitar 30 perusahaan AS yang berbeda termasuk Apple dan Amazon.

Yang bertujuan untuk menjebol dan mencuri data rahasia teknologinya.

Tak hanya itu laporan lebih lanjut ini mengutip sumber daya perusahaan dan pemerintah.

dikatakan bahwa chip ini digunakan untuk perusahaan dan instansi Рinstansi  pemerintah di Aamerika Serikat.

“Setelah 3 tahun dilakukan penyelidikan ketat serta rahasia ,

ditemukan chip yang jahat saat memeriksa server yang dibuat oleeh Elemental Start-up akhirnya di akui oleh amazon”Menurut Bloomberg.

Bloomberg juga melaporkan bahwa Tentara Pembebasan Rakyat China telah menyusup ke tempat pasokan pembuatan perangkat keras komputer Super Micro Computer Inc.

yang bertujuan untuk menanamkan chip jahat dan digunakan untuk menjebol keamanan dan mencuri rahasia perusahaan dan pemerintah.

Dalam penyelidikan ini ditemukan bahwa server Elemental,

yang telah dirakit oleh Super Micro itu tercemar Virus dari microchip kecil yang bukan merupakan bagian dari desain buatan mereka, kata Bloomberg.

Pihak Amazon pun melaporkan masalah ini kepada kepolisian AS,

dan telah diputuskan bahwa chip tersebut dapat memungkinkan yang menyerang pemakai chip untuk mendapatkan data dengan backdor ke jaringan servernya.

John Bolton seorang Penasihat keamanan nasional Gedung Putih

mengatakan kepada Bloomberg bahwa serangan cyber yang dilakukan china terhadap AS

dilakukan karena untuk memvalidasi administrasi Trump yang menekankan pada operasi cyber yang ofensif sendiri.

Dan tidak dikatakan bahwa oprasi penjebolan server ini telah diketahui Gedung Putih terlebih dahulu sebelum laporan Bloomberg.

Sampai saat ini isu ini menjadi pertanyaan benar atau tidaknya .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.