HTI Masuk Kampus ? Ganti Khilafah Atau Tetap Pancasila


1054

Halo sobat mimin, semoga sehat selalu ya. Mimin akan bercerita pasal agama nih, mimin harap netizen gak ribut ya, karena kalau bahas politik, bola, bahkan agama, RUU (ribut ujung-ujungnya). Sebenarnya mimin terinspirasi dari trending twitter dengan hastag #BersihkanKampusDariHTI. Banyak pembicaraan hangat mengenai ini. Ya, seperti arah hastagnya, banyak yang mencekam penyebaran paham HTI di kampus-kampus. HTI sendiri adalah singkatan dari Hizbut Tahrir Indonesia, dengan awal mula keberadaannya pada tahun 1980-an. Gerakan ini aslinya berasal dari Palestina pada tahun 1953 dengan pendiri Taqiyyudin An Nabhani. Inti dari gerakan mereka adalah merubah sistem pemerintahan menjadi Khilafah atau negara islam. Gerakan ini telah resmi dibubarkan oleh Menteri Polhukam, Wiranto, tahun 2017.

Mari kita bahas masalah ini, dari dua sudut pandang, yakni yang mendukung dan yang tidak mendukung. Dimulai dari stereotipe pendukung. Mimin akan ambil dari statement-statement dari pentolan atau aktivis HTI, Felix Siauw. Beliau menjadi anggota Hizbut Tahrir semenjak tahun 2006. Felix Siauw mengakui bahwa falsafah HTI di masyarakat dikenal sebagai organisasi radikal, namun dia tidak serta merta mengiyakan. Citra itu didapat karena ketidaktauan masyarakat. Dalil utama HTI, adalah jaringan dakwah yang mendistribusikan paham Al-Qur’an dan Sunnah untuk diimplementasikan dalam rezim Indonesia. Ia menyangkal setiap tuduhan bahwa HTI adalah teroris, adalah salah paham dan tuduhan yang keji. Bahkan HTI tidak pernah melegitimasi kekerasan sebagai langkah dakwah.

Sambil memetik hikmah dari faedah Q.S An-Nahl 125, Felix, menjelaskan bahwa dakwah itu hanya ada 3, memberikan hikmah, pelajaran yang baik, debat dengan cara yang baik. Tidak ada satupun ajaran yang melazimkan kekerasan sebagai teknik dakwah. Hal itu yang dipatuhi oleh HTI dalam motif dakwah. Ia membeberkan bahwa konsep khilafah yang dimiliki ISIS dan HTI bertentangan satu sama lain. Menyamakan ISIS dan HTI adalah stigmatisasi negatif yang parah. Ia juga menjelaskan bahwa HTI tidak ada yuridiksi sama sekali akan kehancuran bangsa.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Malah orang-orang yang menandaskan NKRI Harga Mati, Saya Pancasila Saya Indonesia, banyak melakukan korupsi, mengadu domba, berpuisi dengan kaidah yang cacat (nyinggung siapa nih kalau tau ? :D). Itulah yang menjadikan keresahan publik. Felix mengaku banyak terinspirasi dari organisasi ini. Seperti cetakkanya “Udah Putusin Aja”, “Yuk Berhijab”, berasal dari pemahamannya dari¬† Nizhamul Ijtima’i fil Islam. Khilafah dari Nizhamul Hukmi Fil Islam. Beyond The Inspiration dari Nizhamul Islam. Felix mengaku HTI mengubah dia menjadi lebih baik dan cakap islam. Yang dapat menghentikan kita hanya dua, yakni kematian dan kemenangan dari Allah, begitu ucapnya.

Juru bicara HTI, Ismail Yusanto, menandaskan bahwa islam adalah agama Rahmatan Lil Alamin, dan hanya akan termakbul apabila orang islam mengaplikasikan islam secara kaffah. Senada dengan Felix Siauw, HTI adalah organisasi dakwah untuk memahamkam tentang ajaran islam, terbilang lah politik bernama Khilafah itu. Ada dua opsi dalam proses dakwah, mendiamkan ajaran dan menyampaikan ajaran, dan HTI mengambil yang kedua. Ia juga menghimbau bahwa tidak menilai dakwah cocok atau tidak cocok. Jika kita menilai dakwah dari gatra cocok tidak cocok, maka bank syariah dan penggunaan jilbab untuk seragam sekolah tidak akan pernah ada, karena saat itu tidak cocok pada awalnya.

Jangan pernah menuduh-nuduh HTI sebagai anti pancasila, dan jangan menggunakan kata anti pancasila sebagai garda pemukul lawan politik. Konotasi negara islam memang di pandang buruk, apalagi semenjak peristiwa NII (Negara Islam Indonesia). Harus ada dialog, antara masyarakat agar mereka memahami dakwah HTI. HTI adalah organisasi terbuka dan siap menerima segala bentuk masukan. Ia memberikan retorika “Apakah mendakwahkan khilafah itu salah ?”. Kebetulan, cerita dikit nih, mimin punya tetangga yang ideologinya khilafah (gak perlu tau lu), dan dia sering jadi imam di masjid.

Update pengetahuanmu tentang IT di Lautan-IT.com

Dia dan istrinya sering kali berbagi pahamnya dengan keluarga mimin. Meskipun keluarga mimin cuma “Oh Iya doang”, tapi beliau komunikatif. Berbagai usaha dia kerahkan, termasuk memberikan secara gratis buku dan majalah-majalah HTI. Mimin kepoin tuh jejak digitalnya, dan ketemulah FBnya. Padat makna dan menjurus banget penyebaran paham khilafahnya. Sering bagiin tautan postingan, artikel dan juga video tentang itu. Pandangan beliau bisa mimin bilang mewakili gaya demo sistem Khilafah, yakni yang pede Khilafah adalah sistem yang mampu menjawab permasalahan di Indonesia.

Iya begitulah mode seruan HTI. Itu adalah tanggapan positif dari pentolan-pentolan HTI. Lalu bagaimana dengan sebaliknya ?. Prof. Mahfud MD, memberikan gagasannya terhadap masalah ini. Spontan membalas pernyataan Felix dalam hajatan Indonesia Lawyers Club, bahwa sistem pemerintahan yang ada telah cocok. Ia menjelaskan bahwa ideologi khilafah HTI, sebagai sistem, adalah sebuah perbuatan terlarang. Ia menjelaskan bahwa HTI percaya bahwa demokrasi adalah thagut. Dengan teguh, Mahfud menjelaskan bahwa tidak ada sumber primer ajaran khilafah sebagai sistem, melainkan hanya sebutan bagi pemimpin.

Sepertinya tidak perlu elaborasi panjang tentang fikrah destruktif khilafah. Mari kita lihat kata netizen berikut ini

Lalu bagaimana penyebaran paham HTI di kampus ?. Secara gitukan, kampus kawasan adicita yang esensial. Dari mahasiswalah, presiden otoriter, Soeharto di lengserkan. Bukan tidak mungkin, jika mahasiswa benar-benar mengaminkan konsep ideologi khilafah, maka Indonesia akan berganti sistem pemerintahan. Tapi mimin telah melakukan survey mengenai benarkah paham HTI sudah berada di kampus-kampus dan juga menampung tanggapan mereka. Fakta berbicara, bahwa sudah ada 7 kampus terpapar paham radikalisme, BNPT mengonfirmasi kebenaran hal ini. Menristek Dikti dan banyak PTN juga mengawasi masuknya paham radikal.

Hasil inspeksi yang mimin lakuin, sementara menempatkan publik tau akan HTI, tapi dengan tau dengan tujuan perincian darinya. Mahasiswa pun mengakui bahwa paham HTI telah masuk kedalam kampus meskipun sedikit.  Mimin sebelumnya minta maaf, kalau inspeksi ini belum akurat, seratus 100%. Tapi mimin punya data dari Tirto.id tentang ideologi apa yang paling diinginkan antara Pancasila dengan Khilafah, tahun 2017. Survei atau inspeksi mimin, hasilnya hampir sama dengan dibawah ini.


Like it? Share with your friends!

1054

What's Your Reaction?

hate hate
0
hate
confused confused
0
confused
fail fail
0
fail
fun fun
0
fun
geeky geeky
0
geeky
love love
0
love
lol lol
0
lol
omg omg
0
omg
win win
0
win

0 Comments

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *