HEBOH Asteroid Oumuamua Jadi Objek Mata-Mata Alien !

Asteroid Oumuamua kembali melalui Bumi pada Oktober 2018. Setelah diselidiki, objek itu ternyata adalah asteroid yang berasal dari Deep Space atau galaksi yang kuat yang tidak diketahui.

Sayangnya, kurangnya referensi dan pengetahuan yang berkaitan dengan Oumuamua merupakan kendala bagi NASA untuk mengetahui karakteristik asteroid.

Tapi masalah ini sepertinya tidak terlalu besar untuk Yuri Milner. Karena miliarder Rusia baru-baru ini meneliti kemungkinan asal Asteroid Oumuamua menjadi lebih mendalam.

Pria yang memimpin program riset “Penemuan Terobosan” baru saja bertemu dengan Avi Loeb, Kepala Departemen Astronomi di Universitas Harvard, Amerika Serikat. Pertemuan kedua ternyata membahas lebih banyak tentang penelitian Oumuamua.

Loeb mengungkapkan bahwa dia perlu waktu untuk mempelajari bentuk Oumuamua. Namun ketika dia mempelajari asteroid, dia mengklaim Oumuamua tidak memiliki bentuk normal seperti asteroid pada umumnya.

“Penampilannya memang tidak biasa. Jika itu memang berasal dari galaksi lain, mungkinkah hal ini adalah artefak milik makhluk luar angkasa? Atau ‘pesawat’ yang sengaja mereka kirim secara rahasia ?,”Loeb Senin. 12/11/2018.

Berasal dari Rasi Bintang Vega

Asteroid Oumuamua kembali melalui Bumi pada Oktober 2018. Setelah diselidiki, objek itu ternyata adalah asteroid yang berasal dari Deep Space atau galaksi yang kuat yang tidak diketahui.

Menurut analisis NASA, secara khusus mungkin komet ini “melarikan diri” dari galaksi lain. Galaksi yang berbeda dari alam dengan manusia.

“Jika pengamatan berikutnya benar-benar menegaskan asteroid ini memiliki sifat yang aneh, yang berarti itu benar-benar objek antarbintang atau interstellar, sebuah asteroid yang berasal dari alam lain,” tulis NASA dalam pernyataan resminya.

Menurut NASA, asteroid ini mungkin berasal dari sekelompok bintang Vega yang terletak sekitar 25 tahun cahaya dari Matahari.

Dalam kecepatannya, komet membutuhkan sekitar 1,7 juta tahun untuk dapat berpindah dari Vega ke Matahari.

Jika demikian, asteroid ini telah terbang begitu lama dalam ruang hampa selama 1,7 juta tahun. Dia bisa memasuki galaksi Bima Sakti karena dia tertarik pada gravitasi Matahari yang begitu kuat.

“Gaya gravitasi Matahari sangat besar sehingga dapat menarik objek-objek kecil seperti planet kerdil, asteroid, dan komet. Tapi itu berasal dari alam lain, galaksi lain. Mungkin karena bergerak sangat cepat, ia tertarik pada gravitasi Matahari dan menjadi galaksi kita, “ungkap NASA.

Source : LT6