Sangat Tragis ! Se Ekor Buaya Seret Bocah di Hadapan Ibunya

Air sungai yang meluap ke daratan di Desa Sontang di Daerah Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, membuat hewan seperti buaya yang biasanya mendiami sungai di sana bergerak lebih aktiv untuk mencari makanan.

Namun, upaya untuk menghubungkan kehidupan hewan-hewan ini menyebabkan kesedihan keluarga Darman Laia.

Anak lelaki Darman, 7 tahun, Rahmad Andika Saputra, adalah korban keganasan seekor buaya berukuran dua meter. Korban mengalami luka robek ketika dia berada di teras rumahnya yang masih berbentuk panggung yang dibanjiri air.

“Korban kehilangan anaknya beberapa jam sampai akhirnya ditemukan tidak bernyawa,” kata Kapolres Rokan Hulu Ajun Komisaris Besar Hasyim Risahondua SIK, Kamis, 15 November 2018, malam.

Sangat Tragis ! Se Ekor Buaya Seret Bocah di Hadapan Ibunya

Source : Liputan6.com

Kata Hasyim, genangan air memang membuat sebagian anak senang di daerah tersebut. Anak-anak sering mandi di depan rumah jika banjir datang.

Dan pada hari Kamis pukul 09.00 WIB, si korban mengatakan kepada orang tuanya untuk mandi di depan beranda.

Ibu korban, Ayu Lestari, mengawasi anaknya karena ia masih kecil.

Tanpa disadari, buaya telah mengintai korban. Begitu korban ingin memasuki rumah, Ayu melihat ada gelombang air yang besar mendekati anaknya. Seketika itu juga anak itu langsung menghilang. lalu Ayu menjadi histeris.

“Ibu korban kemudian berteriak minta tolong kepada suaminya. Pencarian dibantu oleh warga tetapi korban tidak ditemukan,” kata Hasyim.

Menurut beberapa warga yang mencarinya, tambah Hasyim, ada warga yang melihat buaya. Panjangnya diperkirakan sekitar dua meter. Buaya ini kemudian menghilang ketika dia melihat penduduk mendekatinya.

Pencarian berlanjut. Akhirnya pada jam 13.00, korban ditemukan tidak bernyawa. Tubuh korban berada di bawah jembatan menuju rumahnya. Jarak yang hilang ke lokasi penemuan adalah sekitar 20 meter.

“Korban menderita luka parah yang diduga karena keberadaan buaya. Korban dikirim ke publik, tetapi keluarganya menolak otopsi,” kata Hasyim.

Untuk insiden ini, Hasyim mengimbau warga setempat untuk tidak mandi di genangan air, bahkan di depan rumah. Karena buaya masih berkeliaran sehingga dikhawatirkan ada korban lain.

Source : LT6