BBM Untungkan Sektor Logistik dan Transportasi Masyarakat

Program Satu Harga BBM yang dilaksanakan oleh PT Pertamina memiliki dampak positif terhadap perekonomian daerah setempat, seperti di Papua dan Papua Barat. Dampaknya terasa di sektor logistik dan membantu kelancaran transportasi warga.

Pengamat ekonomi di Universitas Cendrawasih, Ferdinand Risamasu, menyatakan bahwa Program BBM Satu Harga memiliki dampak yang baik terhadap bisnis dan bisnis transportasi, terutama di wilayah pegunungan.

“Biaya transportasi proporsional lebih murah. Sementara, manfaat lainnya adalah penurunan harga beberapa barang dan kebutuhan pokok,” katanya seperti dikutip Antara, Senin (19/11/2018).

Dari berbagai manfaat program, Ferdinand mengatakan bahwa peran Pertamina sangat besar, terutama dalam mewujudkan program One Price BBM.

BUMN juga harus menanggung biaya transportasi di medan yang sangat sulit. Selain itu, transportasi di Papua dan Papua Barat tidak hanya di darat tetapi juga laut dan udara.

Dia memberi contoh titik harga BBM Satu di Kabupaten Misool Utara Ampat yang diresmikan pada pertengahan November 2018. Diperlukan waktu sekitar 17 jam untuk melakukan perjalanan dari Kota Sorong, yang berjarak sekitar 207 km, dengan moda transportasi laut dan darat.

“Peran Pertamina sangat besar dalam mendistribusikan BBM. Jadi kami sangat menghargai peran Pertamina dalam mendukung keberhasilan One Price BBM,” katanya.

Namun, Ferdinand mengingatkan bahwa pasokan harus dipertahankan sehingga tidak akan ada kekosongan stok. Intervensi pemerintah diperlukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas saham dan harga BBM agar tidak diejek oleh pengusaha.

Pada minggu kedua November 2018, Pertamina telah melakukan 65 tes operasional poin BBM One Price dari 67 lokasi yang ditetapkan oleh pemerintah di 3T, area terluar dan terluar (3T) di seluruh negeri.

Meskipun tidak semuanya telah diresmikan oleh pemerintah, tetapi lembaga penyalur di 65 poin telah mampu melayani masyarakat.

Pada awal November, Pemerintah dan Pertamina baru saja membuka BBM Satu Harga di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Kira-kira dua minggu kemudian, harga Satu Harga BBM di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat, tepatnya di Distrik Misool Utara Waigama, juga resmi beroperasi.

BBM Membuat Petani Panen Bawang Naik Enam Kali Lipat

BBM Untungkan Sektor Logistik dan Transportasi MasyarakatMatahari panas tidak menyurutkan aktivitas Octovianus Alexander Rajariwu (52 tahun) saat membajak sawahnya di Desa Raekore, Sabu Barat, Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur. Mesin traktor capung berwarna merah, melewati seorang pria yang akrab dipanggil Alex.

“Sekarang mesin ini bisa berfungsi maksimal, karena saya tidak kesulitan mencari bahan bakar,” katanya, Minggu (18/11/2018).

Membajak lahan adalah tahap yang sangat penting untuk pemupukan tanah. Lapisan tanah setelah masa panen, terbalik sehingga tanah menjadi gembur dan bisa ditanam kembali. Menyiapkan tanah sebelum masa tanam akan berdampak pada tanaman di masa depan.

Sebelumnya, sebelum ada program BBM satu harga, petani bawang di Desa Raekore harus berpikir dua kali untuk membajak sawah. Selain harga BBM yang mahal, untuk membuatnya penuh perjuangan dengan jarak hingga 6 kilometer.

“Harga bensin sekitar Rp 100.000-200.000 per liter. Kami mengalokasikan 1,5 liter seukuran botol air mineral. Mahal, sulit juga untuk kami melakukan perjalanan pertama, bisa memakan waktu 5-6 km, “keluh Alex.

Tentu saja bahan bakarnya tidak cukup untuk menggerakkan mesin traktor secara maksimal. Karena untuk penggunaan maksimal, traktor harus diisi dengan bahan bakar penuh sekitar 3,5 liter.

Terpaksa, Alex dan petani lainnya bersama-sama membeli bahan bakar mahal ke pengecer, sehingga sedikit dapat membantu menggerakkan traktor.

Upaya untuk mendapatkan BBM tidak semulus yang dibayangkan. Ketersediaan terbatas. Rata-rata hanya 8 drum. Bahkan selama musim tanam dengan kebutuhan bahan bakar yang sangat besar, tidak dapat memenuhi permintaan petani.

“Tapi itu yang pertama. Karena sejak akhir Agustus lalu, satu harga bahan bakar sudah masuk ke daerah kita. Harga bensin sama dengan di Jawa, Rp. 6.450 per liter. Jadi saya bisa menggunakan traktor sebanyak mungkin. BBM juga lancar, “kata dia.

Source : LT6

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.