Banjir Melanda CIAMIS 3 kecamatan Kena Imbas

Hujan deras yang melanda Ciamis dan sekitarnya dari pagi hingga sore, Senin (26/11), menyebabkan banjir dan tanah longsor di Kecamatan Panjalu, Panumbangan dan Cikoneng.

Banjir Melanda CIAMIS 3 kecamatan Kena Imbas

Ketua Kesiapsiagaan Bencana Kabupaten Ciamis (Tagana) Ade Waluya menjelaskan bahwa longsor terjadi di Panjalu.

Tepatnya, tebing penahan dinding Lembaga Pendidikan Islam Diniyah di Tasikmalaya Miftahul Huda di Dukuh Cidahu, Desa Ciomas adalah tanah longsor.

Ketinggiannya adalah 15 meter dan lebar 9 meter. Bahan longsoran menghantam jalan desa. Jalan itu, kata Ade, bisa dilalui setelah material longsoran itu dibersihkan.

Masih di Dusun Cidahu, tanahnya juga retak. Efeknya adalah rumah milik Sopwan (39), Iwan Kuswandi (40), Ojon (45) dan Uja (41) terpengaruh.

Retakan tanah diduga kuat karena rembesan air warga. “Itu harus diwaspadai dari kolam yang airnya surut dan masuk ke tanah dan dikhawatirkan akan ada lebih banyak retakan, terutama jika ada hujan lagi,” Ade menjelaskan.

Bencana alam lainnya terjadi di Kabupaten Panumbangan.

Di Tenjolaya Dusun RT 01/07 Desa Tebing Sindangherang yang memiliki lebar 7 meter dan ketinggian tanah longsor 10 meter.

Efeknya adalah rumah di atas terancam longsor.

Antara lain milik Asep Hidayat (40), Iting (41) dan Yaya (42). Sedangkan rumah di bawah tebing, yang dimiliki It (39), Beni (40) dan Soma (41).

Masih di desa yang sama, tanah longsor juga menghantam dapur dan toilet Mamat Ruhimat (40).

Tiga titik longsor lainnya masih di desa yang sama.

Tanah longsor dengan lebar enam meter, lima meter dan menimpa rumah milik Aan (40) dan Iing (43).

Hunian di atasnya terancam. Yaitu Entis properti (40).

“Karena insiden itu tidak ada korban jiwa dan mereka tidak dikosongkan, tetapi kami menghimbau mereka jika ada hujan lagi untuk meningkatkan kesadaran,” jelasnya.

Selanjutnya, longsor dari menutup saluran air. Lokasinya di Dusun Cikuda, RT 28/09, Desa Nasol, Kecamatan Cikoneng.

Enam rumah terancam dan tiga kandang ayam. “Anggota kami memantau lokasi terus menerus,” jelasnya.

Ada juga banjir. Itu karena meluapnya Sungai Cibitung di Dusun Landeuh RT 02/01 Desa Sindangherang, Kabupaten Panumbangan.

Air masuk ke wilayah pemukiman. Beberapa bahkan mencapai 1 meter.

Untuk sementara, kata Ade, tidak ada warga yang melarikan diri. Apalagi air sudah surut.

Namun tidak menutup kemungkinan akan kembali naik jika ada hujan lagi.

“Jadi kami naik banding ke empat rumah jika airnya meluap segera untuk dievakuasi,” jelasnya.

Data Tagana di beberapa titik, mulai dari hulu Sungai Citanduy di Distrik Panumbangan dan Kecamatan Sukaresik, Kabupaten Tasikmalaya, ketinggian Sungai Citanduy meningkat. Itu setelah intensitas hujan tinggi.

Di Desa Panumbangan, Kecamatan Panumbangan, salah satu tanggul Sungai Citanduy rusak, sehingga air mulai masuk ke ladang masyarakat. Sekitar satu hektar sawah terendam.

“Jadi kalau hujan terus menerus, air masuk ke sawah akan meningkat dan tidak mungkin masuk jalan raya dan pemukiman,” jelasnya.

Kepala Divisi Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ciamis Ani Supiani ST MSi menjelaskan bahwa berdasarkan laporan tidak ada korban jiwa akibat bencana banjir dan tanah longsor.

“Mengenai mereka yang terkena longsor saat kami membantu makanan dan selimut dan lainnya. Untuk tahap bantuan kerusakan, kami akan menyerahkannya sesuai kerusakan,” katanya.

Source : Radar