43.2% dari Balita di Garut Mengalami Stunting

Balita di Garut Mengalami Stunting – Jumlah anak-anak yang mengalami stunting (kondisi di mana anak-anak mengalami gangguan pertumbuhan) di Kabupaten Garut mencatat yang tertinggi dari semua kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Hal ini terungkap dalam seminar yang membahas stunting di Pendopo Garut.

“Memang, Garut ini yang tertinggi (jumlah stunting). Dari data survei Kementerian Kesehatan, 43,2% balita di Garut mengalami stunting,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Dodo Suhendar setelah menjadi pembicara. pada seminar yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Garut.

Karena itu, ia akan mengembangkan program khusus untuk menangani masalah stunting ini. “Kami sudah bicara dengan wakil bupati Garut. Nanti kami akan mengatur program khusus untuk masalah ini,” jelasnya.

Masalah pengerdilan, katanya, sulit ditangani. Karena balita yang mengalami stunting tidak dapat disembuhkan dan dampak pertumbuhannya terganggu. Jadi, lanjutnya, pemerintah akan mengambil bentuk pencegahan.

“Ridwan Kamil (Gubernur Jawa Barat) telah rencanakan rencana lima tahun berikutnya Jabar Zero Stunting,” jelasnya.

Dodo mengatakan akar masalah pengerdilan bukan hanya masalah kesehatan. Tetapi ada juga masalah ekonomi yang menyulitkan orang untuk memenuhi kecukupan gizi.

Wakil Bupati Garut Dr Helmi Budiman berharap tingginya angka stunting di Garut dapat membuat semua pihak membuka mata mereka dan menyadari pentingnya kecukupan gizi sejak seorang wanita menikah, mengandung, melahirkan untuk menyusui.

“Jadi itu bukan faktor keturunan juga.” Hanya jika ibu mengandung tidak mengkonsumsi makanan bergizi, bayi di rahimnya juga kurang gizi, “jelasnya.

Helmi melihat bahwa penanganan masalah stunting dapat dilakukan dengan memperkuat peran ibu dalam keluarga. Karena dengan ibu yang sehat, anak yang dilahirkan akan sehat.