3 Jam Nostalgia Dengan konser Guns N ’Roses

Awal November ini pecinta musik Indonesia memiliki keistimewaan menyaksikan konser grup musik Guns N ’Roses yang legendaris dengan formasi klasik dalam pertunjukan yang diadakan di GBK, Jakarta, Kamis (8/11/18) malam.

Formasi klasik yang diperdagangkan dan kesuksesan goyang panggung Jakarta adalah, Axl Rose (vokal), Duff McKagan (bass), Slash (gitar), Dizzy Reed (keyboard), empat personel tua Guns N ‘Roses dan Richard Fortus (gitar), Frank Ferrer (drum), dan Melissa Reese (keyboard), tiga nama yang baru saja bergabung.

Kehadiran Axl Rose dan Slash di satu panggung setelah lama terpisah, tentu menjadi daya tarik utama bagi sebagian besar penonton yang hadir untuk menyaksikan konser ini.

Jadi tidak akan berlebihan jika konser bertajuk “Tidak Dalam Perjalanan Seumur Hidup / ” ini menjadi tempat nostalgia, tidak hanya bagi pecinta musik Guns N ‘Roses tetapi juga bagi mereka yang besar di awal 90-an ketika grup menikmati puncaknya. popularitas.

Setidaknya itulah yang dirasakan Fadila ketika dia datang untuk menonton konser Guns N ‘Roses bersama teman-temannya. Dia mengakui bahwa dia senang dan tersentuh untuk memiliki kesempatan langka untuk menyaksikan grup musik idolanya beraksi dengan formasi klasik.

“Pindah, mungkin kita akan menangis. Karena mereka tidak perlu bergabung dengan mereka lagi. Jadi aku pasti bersemangat. Kapan kamu tidak? Apalagi sekarang sudah tua, itulah yang membuat Guns N ‘Roses penting untuk ditonton,” Fadila kata sambil berbicara sebelum konser dimulai.

Penonton di konser Guns N ‘Roses juga berasal dari tokoh masyarakat, mulai dari musisi dan selebriti terkenal Indonesia, salah satunya adalah Tora Sudiro yang juga datang untuk menonton bersama teman-temannya. Suami Mieke Amalia senang melihat grup musik idola sejak ia di sekolah menengah beraksi.

“Saya menyaksikan karena mereka (Axl Rose dan Slash) baru main lagi setelah lama terpisah,” kata Tora Sudiro.

Suasana nostalgia terasa lebih ketika konser berlangsung. Alasannya terutama jika itu bukan deretan lagu lama populer dari Guns N ‘Roses yang dimainkan di konser kali ini.

Lagu-lagu seperti “It’s So Easy”, “Welcome To The Jungle”, “Rocket Queen”, “November Rain”, “Sweet Child O’mine”, hingga “Paradise City” berhasil mengundang pemirsa untuk bernyanyi untuk mengiringi musik rock.

Dalam pertunjukan tiga jam, Guns N ‘Roses juga menampilkan beberapa lagu penutup dari grup musik lainnya. Sebut saja “Black Hole Sun” (Soundgarden), “Attitude” (Misfits), “Live And Let Die” (Wings), untuk “Wish You Were Here” (Pink Floyd), dan “Slither” (Velvet Revolver).

Tentu saja repertoar yang dinyanyikan oleh Guns N ‘Roses sangat menarik karena jarang sekali grup musik membawakan banyak cover lagu grup lain dalam jumlah besar dalam satu pertunjukan konser.

Tidak diragukan lagi aksi panggung personil lama Guns N ‘Roses di konser di GBK tidak setinggi sebelumnya. Usia adalah faktor yang membedakan.

Axl Rose, yang sudah berusia 56 tahun, masih lincah untuk bergerak di sana-sini di panggung sambil bernyanyi. Namun kekuatan vokalnya mulai menurun. Meski ini tidak mengurangi kegembiraan menyaksikan penampilan Guns N ‘Roses.

Slash, yang memasuki usia 53 tahun, masih menunjukkan kelincahan jari-jarinya saat memainkan gitar yang menjadi alat musik andalannya. Dalam konser ini, ada sesi di mana Slash melakukan aksi solo gitar yang menuai kekaguman.

Sayangnya tidak banyak kata yang diucapkan oleh Axl Rose dalam penampilannya bersama Guns N ‘Roses di Jakarta. Seakan hanya mengejar durasi. Sesekali dia hanya menyapa penonton yang terlihat sangat antusias terutama ketika lagu favorit mereka diantarkan.

“Rasanya luar biasa bisa kembali ke sini, senang bertemu denganmu lagi,” teriak Axl Rose.
Satu-satunya trik yang berhasil menarik perhatian adalah ketika Axl Rose melemparkan mikrofon yang dia gunakan untuk bernyanyi kepada penonton setelah menyelesaikan konser.

Sebelum benar-benar mengakhiri penampilannya, Guns N Roses berkumpul di depan panggung untuk memberi penghormatan kepada ribuan penonton yang memadati Stadion GBK.

Tiga jam penampilan Guns N ’Roses berhasil disuguhi penantian panjang penggemar yang sudah lama ingin melihat grup ini dalam formasi klasik.
Terlepas dari usia yang semakin tua, Guns N ’Roses tetap menjadi legenda.

Source : Radar