121 Penjarahan Ditangkap, 1.602 Tahanan Masih Belum Tertangkap

121 pelaku penjarahan di lokasi gempa dan tsunami, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulawesi Tengah) ditangkap oleh polisi. Pasal yang akan dituduhkan akan diperberat.

Kepala Biro Informasi Publik  Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengungkapkan bahwa hingga Kamis 11/10/18 telah menangkap 121 pelaku penjarahan di Kota Palu, Sulawesi Tengah setelah gempa dan tsunami.

“Hingga hari ke 13 Pascabencana Polda Palu mengamankan sebanyak 121 orang yang diduga melakukan penjarahan atau pencurian,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis 11/10/18.

Dedi menjelaskan, yang terbaru adalah penangkapan 20 pelaku pencurian. Penangkapan itu dilakukan di beberapa tempat, karena lima tersangka ditangkap di lokasi pompa bensin Jalan Cumi-Cumi Palu. Pelaku memiliki inisial S, A, SN, Y, R.

“Barang bukti berupa uang tunai Rp. 5.000.000, satu mesin ATM, linggis, betel.

Pelakunya adalah warga Palu, yang diindikasikan sebagai ahli pemutus ATM,” kata Dedi.

Sementara pelaku lainnya dibawa pergi di kompleks pergudangan Jalan Soekarno Hatta di Palu. Dalam operasi itu, polisi menangkap 15 pelaku.

“Bersama-sama dengan pelaku, barang-barang curiannya diamankan yang berupa atap seng, ubin keramik, kayu lapis, beberapa karung cengkeh, dan cokelat dan unit pickup,” kata Dedi.

Dedi menekankan bahwa para pelaku akan dikenakan hukuman terberat.  katanya, kejahatan itu dilakukan ketika bencana alam terjadi.

“Terhadap semua pelaku, Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pembobolan dengan ancaman minimal 7 tahun karena ada hal-hal yang memberatkan yang dilakukan saat bencana,” jelasnya.

Mengenai tahanan, Dedi menjelaskan bahwa hingga saat ini ada 1.602 tahanan atau tahanan yang masih melarikan diri setelah gempa dan tsunami.

“Untuk semua tahanan, LPKA, detensi dan cabang penahanan diberi tenggat waktu hingga 16 Oktober 2018 untuk kembali melaporkan sisa periode penahanan.

Jika Anda tidak melaporkan, DPO akan dibuat,” katanya.

Dedi mengungkapkan data terbaru dari tahanan yang masih melarikan diri di Laps Kelas II A di Palu sebanyak 647,

saat telah kembali ke penahanan 27 orang.

Kemudian di kelas II Palu LPKA, 28 tahanan masih belum dilaporkan, dan hanya satu orang yang kembali.

Kemudian, Palu Kelas III LPP dari total 87 narapidana, tidak ada yang kembali ke penjara.

Selanjutnya, Penjara Kelas IIA Palu yang masih melarikan diri adalah 447 tahanan dan 18 orang telah kembali.

Setelah itu, Penjara Donggala Kelas IIB,

para tahanan yang melarikan diri 333 orang dan yang telah kembali ke Pusat Penahanan sembilan orang.

Kemudian, Penjara Parigi, yang masih lolos 60 orang dan 177 di antaranya telah mendekam di belakang sel.

“Dengan demikian jumlah narapidana yang berada di luar atau melarikan diri sebanyak 1.602 orang,” tutupnya.